Dalam dunia penjualan, terutama pada sektor distribusi dan e‑commerce, kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas mengenai ketersediaan stok sangat penting. Para sales representative, account manager, dan buyer sering menggunakan istilah‑istilah bahasa Inggris yang sudah baku. Artikel ini akan membahas istilah‑istilah utama, contohnya dalam kalimat, serta tip penggunaan yang tepat dalam konteks bisnis.
In stock berarti barang tersedia secara fisik di gudang dan siap dikirim. Kata ini paling umum dipakai dalam katalog atau sistem inventaris.
Contoh: “The product is currently in stock and can be shipped within 24 hours.”
Out of stock (sering disingkat OOS) menandakan bahwa barang tidak tersedia dan belum diproduksi atau belum kembali ke gudang.
Contoh: “We are out of stock for the blue model, but it will be restocked next week.”
Istilah backorder mengacu pada pesanan yang ditempatkan walaupun barang belum tersedia, dengan janji barang akan dikirim setelah tersedia kembali.
Contoh: “Customers can place a backorder for the item; we expect delivery by the end of the month.”
Frasa stock availability merujuk pada status keseluruhan ketersediaan barang, mencakup in stock, out of stock, dan backorder. Ini biasanya muncul dalam laporan atau dashboard penjualan.
Contoh: “The report shows the stock availability for all SKUs across our regional warehouses.”
On hand berarti jumlah unit yang benar‑benar berada di lokasi penyimpanan pada saat itu. Nilai ini berbeda dengan allocated (yang sudah dipesan) atau in transit.
Contoh: “We have 150 units on hand, but 30 are already allocated to pending orders.”
Istilah teknis Available to Promise (ATP) digunakan dalam sistem ERP untuk menunjukkan jumlah barang yang dapat dijanjikan kepada pelanggan pada tanggal tertentu, mengacu pada stok yang belum dipesan dan faktor lead time.
Contoh: “Our ATP for the product is 200 units for delivery by 15 April.”
Safety stock adalah stok cadangan yang disimpan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan atau gangguan pasokan. Dalam pembicaraan sales, safety stock menjadi alasan mengapa suatu item masih in stock meski ada permintaan tinggi.
Contoh: “We keep a safety stock of 50 units to avoid any shortage during peak season.”
Walaupun bukan istilah stok secara langsung, lead time (waktu tunggu) sangat relevan ketika membicarakan stock availability. Lead time mempengaruhi keputusan apakah akan menawarkan barang sebagai backorder atau menunggu restocking.
Contoh: “The lead time for this product is 2 weeks, so we can’t guarantee immediate delivery.”
Reorder point adalah level stok yang memicu pembelian kembali dari pemasok. Mengetahui ROP membantu sales menginformasikan pelanggan tentang kemungkinan kehabisan stok.
Contoh: “When inventory reaches the reorder point of 30 units, we automatically place a purchase order.”
Berbeda sedikit dengan out of stock, istilah stock out biasanya dipakai sebagai kondisi atau peristiwa (verb). Contoh penggunaan: “We experienced a stock out last weekend due to unexpected demand.”
Sales: “Good morning, I see you’re interested in the red model. Let me check the stock availability for you.”
System: “The red model is currently out of stock, but we have a backorder available with an estimated delivery on 12 May.”
Sales: “Would you like to place a backorder now, or would you prefer the blue model which is in stock and can be shipped tomorrow?”
Memahami istilah bahasa Inggris yang berkaitan dengan stock availability membantu meningkatkan kecepatan respons, mengurangi miskomunikasi, dan memperkuat profesionalisme dalam penjualan. Mulai dari in stock hingga available to promise, masing‑masing mempunyai arti khusus yang harus dipahami oleh tim sales, manajemen rantai pasok, dan pelanggan. Mengintegrasikan istilah‑istilah ini ke dalam SOP (Standard Operating Procedure) dan materi pelatihan akan memastikan semua pihak berada pada halaman yang sama.
Untuk memperdalam pengetahuan, Anda dapat membaca lebih lanjut panduan ERP tentang manajemen persediaan atau mengikuti webinar tentang strategi penjualan berbasis data inventaris.